Wajib Tahu! Buruh Dimata Islam

Buruh dimata Islam ternyata istimewa dan mulia, jadi bagi kamu yang saat ini berprofesi sebagai seorang buruh gak perlu kecil hati selama itu dengan cara halal, berikut ulasannya:
Tidak diragukan lagi bahwa derajat Buruh, Pembantu, Hansip, Ojek, Pejuang Devisa Negara dan Lainnya dimata Islam adalah agung dan istimewa. Mereka yang berjuang untuk mendapatkan sesuap nasi untuk anak dan keluarga dengan cara halal dan diridhai Allah swt derajat mereka seperti orang-orang yang berjihad dijalan Allah swt. Bahkan kelak dihari kiamat mereka akan dibangkitkan dengan wajah paling bersinar seperti bulan purnama ketika bertemu dengan Allah swt.

Jika kita melihat pekerjaan para Nabi dan Rasul, maka kita akan melihat pekerjaan –pekerjaan kasar yang mereka kerjakan dan tidak “wah” dimata para pecinta dunia dan meterialisme. Nabi Adam as mencocok tanam, Nabi Nuh as pembuat tembikar dan Nabi besar kita Muhammad saww pengembala kambing. Untuk itu tidak heran jika Rasulullah saww mencium tangan sahabat beliau bernama Sa’ad Anshari ketika pulang dari perang Tabuk.

Ibn Atsir dan Khatib Baghdadi didalam kitab mereka meriwayatkan kisah Rasulullah saww mencium tangan sahabat beliau bernama Sa’ad Anshari.

إنَّ رَسولَ اللّه صلى الله عليه و آله لَمّا أقبَلَ مِن غَزوَةِ تَبوكَ استَقبَلَهُ سَعدٌ الأَنصارِيُّ ، فَصافَحَهُ النَّبِيُّ صلى الله عليه و آله ، ثُمَّ قالَ لَهُ: ما هذَا الَّذی أكتَبَ يَدَيكَ ؟ قالَ:
يا رَسولَ اللّه ، أضرِبُ بِالمَرِّ وَالمِسحاةِ فَاُنفِقُهُ عَلى عِيالی . فَقبَّلَ يَدَهُ رَسولُ اللّه صلى الله عليه و آله ، وقالَ : هذِهِ يَدٌ لاتَمَسُّهَا النّارُ أبَدا.

Ketika Rasulullah saww kembali dari perang Tabuk beliau disambut oleh Sa’ad Anshari, kemudian Rasulullah saww menyalami tangannya dan berkata padanya, “ Apa gerangan yang menyebabkan tanganmu menjadi kasar seperti ini?
Sa’ad berkata,” Wahai Rasulullah saww, Pekerjaanku adalah Kuli yang kerjaannya adalah mencangkul dan menarik tambang sebagai penyambung hidup keluargaku dan tanggunganku. Seketika Rasulullah saww mencium tangan kasar itu seraya berkata, “ Tangan ini adalah tangan yang tidak akan pernah menyentuh api neraka selama-lamanya.

(Usudul Ghabah, Ibn Atsir juz.2 hal.269/ Tarikh Baghdad, Khatib Baghdadi, juz.7 hal.353)
Rasulullah saww bersabda, “ Barang siapa dia bekerja untuk memenuhi tanggungan keluarganya dengan cara halal, maka kelak dia akan dibangkitkan bersama para Nabi as.”

TKW,TKI, satpam, ojek, kuli dan pekerjaan kasar lainnya yang dipandang remeh dan menjadi bahan ejekan pecinta dunia, ketahuilah bahwa ketika mereka bekerja gigih demi mencari sesuap nasi halal dan tidak mengeluh atas apa yang menjadi ketentuan ilahi, tangan mereka adalah tangan Sa’ad Anshari dan jika Rasulullah saww hadir di era sekarang, maka tangan mereka pasti akan dicium oleh beliau saw.

Jika Sa’ad Anshari pada zaman ini dicemooh, dijatuhkan dan diejek, maka ketahuilah itu tanda-tanda pecinta dunia yang memiliki barometer semakin mulia pekerjaannya, semakin tinggi martabatnya. Sedangkan dimata Allah swt kemuliaan seseorang adalah ketika ia mencari nafkah dengan cara halal, bagaimanapun kasar dan susahnya.

Islam original yang termanifestasi dalam diri Rasulullah saww sangat mencintai dan menghormati pekerjaan halal, walaupun pekerjaan itu dimata orang lain rendah dan hina. Para pejuang devisit Negara yang bekerja di Negara lain, jika kita tanyakan nuraninya, mereka tidak mau jauh dari kampung halaman dan keluarganya. Jika ingin memilih, mereka ingin bekerja di daerah mereka masing-masing, namun keadaan yang tidak memungkinkan. Begitu pula menjadi Hansip, siang hari membantu anak-istri dan menjelang malam harus terjaga hingga subuh dikala orang-orang tertidur pulas. Bila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, nyawa adalah taruhannya. Upah yang diterima, tidak sebanding dengan pekerjaannya.

Ketika Rasulullah saww mencium tangan pekerja kasar, selain ingin menunjukan betapa agung mereka dimata Allah swt, beliau saww ingin mengajarkan kita umatnya untuk tidak meremehkan dan merendahkan pekerjaan kasar saudara seagama, karena sesungguhnya yang marah dan murka adalah Allah swt dan RasulNya saww.

"Sesungguhnya yang paling mulia disisi Allah swt adalah orang-orang yang bertakwa."
--Abu Syirin Al-Hasan--

Comments

Popular posts from this blog

Template Default Responsive Untuk Daftar Adsense