Analisa APBN 2017 Oleh Erizeli Sutan Bandoro

Sedikit analisa APBN 2017... (Erizeli Sutan Bandaro)

Teman yang direktur BUMN di bidang jasa kontruksi mengatakan kepada saya bahwa tahun 2017 ini anggaran Infrastruktur naik lagi. Padahal penerimaan turun di bandingkan tahun 2016. Teman saya
direktur lembaga Keuangan BUMN mengatakan bahwa ini indikator bahwa proyek akan semakin banyak. Walau banyak pihak minta agar jokowi rem ambisi membangun insfrastruktur namun dia tidak peduli. Walau karena itu dia harus menghadapi ketidak puasan PNS.

Mengapa ? PNS di pusat di kementrian harus kencangkan ikat pinggang. Karena anggaran mereka di pangkas oleh ibu SMI agar anggaran transfer ke Daerah dan dana desa tidak terganggu.
Jadi kunci suksesnya Pemerintah Jokowi memang bergantung kepada Daerah. Pejabat PEMDA memang seharusnya orang yang punya kreatifitas tinggi, inovatif, kerja keras, serta jujur.
Ya mereka harus qualified lahir batin.

Bagi pegawai dan pihak yang kena pemangkasan anggaran harap sabar.
Karena dalam APBN 2017 kita masih mengalami defisit primer.
Artinya penerimaan negara setelah di kurangi belanja , tidak cukup untuk bayar utang dan bunga. Alias tekor. 

Jadi kita berhutang bukan untuk investasi tapi hanya untuk bayar utang. Menyedihkan.
Ini sebetulnya sudah terjadi sejak tahun 2012. Namun tidak ada upaya serius pemerintah SBY untuk memangkas anggaran.

Saat era Jokowi, defisit primer ini menjadi perhatian khusus dengan mengelola hutang secara hati hati. Caranya? suku bunga SBN harus rendah dan penggunaan anggaran harus efisien.
Upaya peningkatan penerimaan harus terus di tingkatkan melalui perluasan jangkau pajak, iklim investasi yang sehat. 

Ini kerja keras yang luar bisa bagi rezim Jokowi untuk melewati tahun 2017 agar tecapai Fiscal Sustainability.

Lantas mengapa anggaran insfrastruktur harus tinggi?, bukankah itu bisa dikurangi ? Menurut saya, apapun anggaran entah itu negara atau perusahaan atau rumah tangga, kalau tidak ada ekspansi ya mati bego. 

Apapun taruhannya harus utamakan ekspansi, dan kurangi biaya hidup manja yang tak ada kaitannya dengan investasi. 

Karena hanya dengan investasi real, kita punya harapan untuk hidup lebih baik di masa depan.
Setidaknya engga lagi bayar utang dengan utang tapi dari hasil kerja keras.
Sakit sekarang tapi punya harapan besok, atau senang sekarang tapi meninggalkan beban kepada anak cucu kita. Silahkan pilih!

Jokowi memang tidak melihat kekuasaan sebagai berkah rezeki tapi cobaan termaha berat karena mewarisi akumulasi kesalahn masa lalu yang memimpin dengan manipulasi kemakmuran. Politik anggaran Jokowi sangat beda dengan sebelumnya.

Dia tidak mengutamakan citra agar kemakmuran bisa di manipulasi ,tapi tetap dengan akal sehat dan niat baik bahwa berubah itu harus dilakukan. Walau menyakitkan, bahkan terancam di bully oleh mereka yang tak ingin berubah dari comfort zone.....

Comments

Popular posts from this blog

Template Default Responsive Untuk Daftar Adsense