Dialog Ekonomi: Inflasi Sengaja Diciptakan
Mengapa Inflasi? Mengapa Uang Fiat/Kertas harus di backup dengan Emas? Apakah Semua Bank mempunyai cadangan Emas? ( oleh : I Mulia Sy ).
Erizely Jely Bandaro (Jely): Inflasi tidak selalu berhubungan dengan nilai uang tapi inflasi memang di create oleh pemerintah untuk mendukung kebijakan ekonomi. Atau dikenal dengan istilah politik ekonomi, yang dituangkan dalam kebijakan fiskal dan monter, TUJUANNYA, ya MEMBANGUN
TRUST.
I Mulia Sy (IMS): Dan ketika TRUST hilang (UNTRUST), maka akibat logisnya adalah terjadi RUSH dan ambruklah negara, mata uang dan perbankan yang ada disana. Pengalaman pahit itu telah kita alami tahun 1998.
Lain kalau mata uang tersebut dibackup oleh emas murni dengan jumlah yang seimbang. Sehingga ketika terjadi RUSH, dengan cadangan emas/perak (dinar/dirham) yang mencukupi, kepercayaan (TRUST) yang hilang tersebut dapat dipulihkan kembali.
Karena emas/perak (dinar/dirham) yang benaranlah yang sesungguhnya uang.
Pertanyaan mendasar : Apakah semua bank sentral didunia ini mempunyai cadangan emas yang memadai untuk backup sekiranya terjadi ketidak-percayaan (UNTRUST)?
Dari data yang ada, maka jawabnya adalah TIDAK. Karena itu, siap-siaplah untuk diMISKINkan ketika RUSH money terjadi.
Jely: Kalau emas di jadikan dasar untuk backup mata uang maka tidak akan cukup stok emas yang ada. Harga emas sekarang terkesan stabil dan terus tinggi , bukan karena kebebasan pasar tapi suplly and demand diatur oleh pasar ( pedagang utama/bukan negara tapi private company). Nah kalau ada negara bergantung dengan emas maka sama saja mata uangnya diatur oleh pedagang utama. Kan lucu alias kembali ke zaman batu
IMS: Kalau begitu siap-siap saja kita untuk ambruk bareng, Uda.
Sebenarnya uang yang hakiki itu memang bukan hanya emas/perak (dinar/dirham). Tapi benda apapun yang bersifat awet dan punya nilai yang melekat pada dirinya sendiri. Jadi bisa logam-logam apapun, garam, beras atau lainnya.
Kalau uang kertas kan hanya hasil produksi dari mesin cetak, kertas dan tinta yang kita TRUST padanya.
Jely: Hakikat uang itu hanyalah alat, dan bisa apa saja. Tapi dengan jumlah penduduk yang terus bertambah dan arus pertukaran barang dan jasa semakin kencang maka di perlukan sistem yang applicable untuk itu semua. Dan yang paling penting uang tidak menimbulkan paradox kehidupan bahwa memegang uang bukan untuk memuaskan keinginan tapi melaksanakan fungsi sosial agar yang hidup dari skill menggunakan uang untuk meningkatkan skill-nya, yang hidup sebagai pengusaha menggunakan uang untuk meningkatkan modal perusahaan. Dengan demikian maka uang menjadi alat interaksi terbangunnya peradaban yang terus bergerak kedepan dengan masalah yang semakit rumit..
IMS: Apakah pengalaman pahit indonesia tahun 1998 tidak menjadi pelajaran, Uda?
Kalau saya mengatakan "tidak bisa apa saja". Tapi benda apapun yang bersifat awet dan punya nilai yang melekat pada dirinya sendiri. Jadi bisa logam-logam apapun, garam, beras atau lainnya.
Jadi tidak bisa hewan ternak, buah-buahan atau apapun yang bisa rusak dalam waktu pendek.
Tentang fungsi sosialnya, saya setuju 100%. Yang saya ingatkan hanyalah, bagaimana sekiranya terjadi UNTRUST sehingga menimbulkan RUSH?
Saya sebagai Trader Forex sangat mewaspadai hal ini. USD sebagai sokoguru uang kertas dunia saat ini berada diruang ICU RS Moneter Dunia. Tinggal menunggu GAME OVER saja.
USD runtuh, maka uang kertas dunia ikutan runtuh. Saya sangat mewaspadai hal ini.
Jely: I Mulia Sy, ada istilah kapitalisme " miracle of market " selalu ada adjustment, bukan removed
IMS: Keajaiban pasar? Let us know, please... Ini ilmu baru bagi saya. Terimakasih, Uda...
Bisa juga jadi topik baru dalam tulisan Uda berikutnya.
Karena dalam pemahaman saya yang akan terjadi memang removing bukan adjusting. Dengan dugaan begitu saya melihat kenapa Pak Dhe Sam sangat ngotot untuk tetap bertahan di Tembaga Pura, Papua.
Kesimpulan Admin:
Berdasarkan Hukum Islam uang yang sah adalah yang memiliki nilai Intrinsik atau tahan lama dan tidak rusak, misalnya garam.
Berdasarkan Hukum Islam uang yang sah adalah yang memiliki nilai Intrinsik atau tahan lama dan tidak rusak, misalnya garam.
Namun dengan jumlah manusia yang semakin banyak, dan emas yang sedikit tentu tidak seimbang.
Dimasa awal abad ke 20 uang fiat/kertas dusahkan dengan jaminan emas, saat ini selain emas uang juga dijamin dengan minyak bumi ( petrodollar ).
Untuk emas sendiri saat ini sudah tidak menjamin uang kertas sebagaimana dimasa awal.
Lalu bagaimaina menurut anda seandainya Dollar runtuh atau seperti dialog diatas yaitu removing, Apakah nilai uang fiat itu bertambah atau berkurang? Dan bsgaimana nasib negara miskin dan negara yang banyak hutang seperti negara kita tercinta?
Comments
Post a Comment