Mengapa Syiah dijadikan Target provokasi

Syiah Mempunyai konsep kepemimpinan _Marjaiyyah_ dan _Wilayatul faqih_ yang menjadi tolak ukur pandangan Syar'i dan Siyasi politik.
Sudah menjadi rahasia umum di Indonesia bahwa dana dan tuntutan kerajaan Saudi untuk memerangi Syiah tak pernah berhenti semenjak era 1980an. Jadi ketika sampai berita bahwa Raja Saudi akan datang ke Jakarta, tentu kaum Radikal garis super keras akan semangat lagi menunjukkan kerja sebagai bukti bahwa dana yang didapat benar-benar disalurkan untuk "dakwah" anti tahlil, anti mawlud, dan anti Syiah.
_Eh maaf Anti Mawlud sudah resmi dihapus supaya tetap bisa mengaku Sunnah. Sekarang diganti Anti Jokowi karena sudah memilih membeli minyak gas Iran ketimbang Saudi_
Satu pertanyaan yang menanti jawaban adalah;
SETELAH PULUHAN TAHUN PROVOKASI DENGAN RIBUAN SEMINAR DAN CETAK JUTAAN BUKU SERTA MENGISI TAWSIAH2 DENGAN TEMA ANTI SYIAH MENGAPA MASIH TIDAK BERHASIL ?
Coba lihat poster2 yang sedang menyebar perihal Tabligh Akbar *Satukan langkah waspadai kesesatan Syiah* dengan sederet logo ormas pendukung yang dicantumkan.
Padahal langkah pertama kan mestinya ada persatuan ulama muslimin dunia yang menyatakan bahwa Syiah itu Sesat, kemudian mengimbau umat untuk waspada. Gitu aja kok repot?
Ternyata memang susah, karena selama ini dan sepanjang sejarah persatuan ulama islam di seluruh dunia tidak pernah menyatakan itu. Yang ada malah *deklarasi Amman* yang mencatum Syiah sebagai mazhab Islam dan juga keputusan menggolongkan Syiah sebagai Mazhab fiqih kelima.
Bahkan di Saudi tidak ada larangan Haji dan Umroh untuk Syiah.
Jadi kenapa tidak coba meloby MUI lagi supaya mengeluarkan fatwa sesat sekalian meminta kerajaan Saudi agar secara resmi mengharamkan Syiah ? Kalau itu saja tidak bisa, maka mengapa getol memprovokasi umat untuk waspada?
Anggaplah Syiah telah divonis aliran sesat, maka apakah ia menjadi satu2nya yang sesat di Indonesia ?? Bagaimana dengan kaum atheis dan ratusan kepercayaan lain ?
Tabligh dengan tema anti Syiah itu sebenarnya menunjukkan kelemahan para Mubalighnya. Mungkin tokoh2nya mengira bahwa keimanan muslimin di Indonesia masih belum kuat sehingga harus terus berteriak 'sesat" dan 'kafir" kesana kemari.
Jadi tidaklah mengherankan kalau sekarang kaum radikal takfiri dan GNPF mulai membiarkan FPI sibuk dengan kasus tuntut menuntut, sementara mereka mundur teratur memakai seragam lama ANNAS dan mengarahkan speakernya ke umat demi menyambut kedatangan raja dan bekerja memanaskan masyarakat dengan urusan Syiah lagi.
Bagaimanapun juga, upaya mereka itu takkan pernah berhasil; karena *Syiah adalah Ideology bukan jasad.* Berabad-abad telah menjadi target fitnah dan pembunuhan khususnya semenjak awal dinasti Bani Umayyah, namun tetap berkembang.
Semboyan Syiah adalah:
الموت لنا عادة و كرامتنا من الله الشهادة
Kematian adalah lumrah bagi kami, Dan kesyahidan adalah kemuliaan dari Allah untuk kami.
Belum lama ini ulama Syiah seperti Syaikh Nimr di Saudi sudah dibunuh. Syaikh Isa Qasim di Bahrain dipenjara. Syaikh Zakzaky di Nigeria ditahan dan disiksa. Tetapi semua itu hanya menambah kekuatan mereka.
Puluhan tahun Iran terus diperangi dan diboikot, Irak & Suria dihancurkan, Hizbullah terus ditarget Israel. Tetapi tetap saja jaya. Kenapa? Karena sekali lagi, Syiah adalah Ideology keimanan tidak bisa dihitung dengan jumlah, tidak bisa ditunjuk suatu tempat, dan tidak bisa ditembak dengan peluru.
Semasih ada Islam di dunia maka Syiah tetap ada, karena *_SEMUA AHLUSSUNNAH sebenarnya ADALAH SYIAH dan semua SYIAH ADALAH AHLUSSUNNAH._* Keduanya adalah muslimin pecinta Rasulullah dan Ahlulbaytnya. Perbedaan Fiqih dan segenap pandangan peristiwa sejarah takkan mengeluarkan muslim ke jurang kufur. Yang bermasalah adalah yang mengaku muslim tetapi tidak menghargai Rasulullah dan keluarganya serta memerangi segala peringatan mawaddah alQurba dan buta warna cinta. Sumber
Kaum Syiah laknatullah
ReplyDeleteTak sadar kaum Syiah mengikuti ajaran Yahudi, pakaian hitam2 dan topi Yahudi yg di pakai, mengaku mencintai keluarga nabi, padahal yg di cintai keluarga Daud, preeet kamu Syiah pergi dari Indonesia sekarang juga...
ReplyDeleteThis comment has been removed by the author.
ReplyDelete