BACA INI! Buat Anda Pedukung Ahok Atau Bukan Pendukung

Pro-kontra terkait kasus Ahok masih meramaikan jagat maya. Bahkan orang yang bukan jakarta-pun ikut meramaikan itu. Berikut ada tulisan seorang netizen yang mungkin bisa membuka pikiran kita untuk menyikapi hal-hal yang terjadi pada Ahok, baik anda pendukung atau bukan pendukung,
berikut statusnya:

Masih ada yang bertanya apakah kamu di barisan Ahok?
Saya tegaskan bukan pendukung Ahok. Saya hanya mengingatkan bahwa kalau Anda ber KTP Indonesia, berarti Anda mengakui siapapun berhak memangku jabatan publik dari level RT atau Carik hingga menjadi Presiden atau Mensesneg. 

Kedua, jangan bawa-bawa persyaratan Imamah dengan segala persyaratan fikihnya yang kaku kedalam konteks Republik Indonesia. Kalau mengikuti konsep Imamah, Pemimpin atau Imam itu tidak hanya disyaratkan seorang muslim tetapi juga harus berdarah Quraish atau saat ini simpelnya keturunan Nabi saw.

Ketiga, Sistem pemerintahan di Indonesia sudah sangat baik. Jangankan yang berbeda pendapat berbeda Ideologi saja seperti HTI dan PKS masih diberi kesempatan mengemukakan pendapat. Di negeri asalnya, HT ditolak dan kantor pusatnya malah berada di Inggris. Masih yakin dengan mimpi HTI soal Khilafah?

Keempat, untuk bisa membangun daerah-daerah di Indonesia tidak membutuhkan formalitas Islam yang dibutuhkan kejujuran, kesungguhan, kapabilitas dan kemauan. 

Sebagai contoh, Kota Pekalongan, "kota kecil" jalur Pantura. Dua periode alias 10 (sepuluh) tahun di pimpin walikota muslim, Arab pula. Kurang apalagi? Tapi daerah ini kalah oleh kabupaten Pemalang tetangga dekatnya yang punya jalan lingkar luar sedangkan Pekalongan tidak.
Setiap hari kemacetan terjadi di kota kecil ini, terutama jalur Jensud, Gajah Mada, Mas Mansyur, Hayam Wuruk dan sekitarnya.

Jadi Islam, bahkan  Kristen, Hindu, Budha tidak memberi garansi apapun soal pembangunan, kemajuan dan kesejahteraan. Akan tetapi kembali kepada individu-invidunya bisa memegang teguh nilai-nilai luhur atau tidak itu saja. 

Jadi bukan soal Ahok, bukan soal muslim atau bukan. Tapi soal siapa yang mau dan siapa yang mampu.

Copas : Ahmad tsauri wall Fb Sumber

Comments

Popular posts from this blog

Template Default Responsive Untuk Daftar Adsense